DPPKB Kota Bima Perkuat Program Bangga Kencana dan Pencegahan Stunting Melalui Pembinaan Tenaga Lini Lapangan

Dppkb, 21 Juli 2026

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  Kota Bima terus meningkatkan upaya percepatan penurunan angka stunting, melalui penyuluhan Program Bangga Kencana dan pencegahan stunting untuk tenaga lini lapangan Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Penyuluhan KB Rasanae Timur, Senin 20 Juli 2026 ini menjadi rangkaian penyuluhan yang telah digelar di 5 kecamatan se-Kota Bima. Kepala Dinas PPKB Kota Bima H.Ichwanul Muslimin, SP.MM mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan sinergi seluruh pihak, terutama para kader dan penyuluh Keluarga berencana yang berhadapan langsung dengan Masyarakat Melalui Program Bangga Kencana, kami ingin mewujudkan keluarga yang berkualitas, terencana, dan bebas dari risiko stunting. Karena itu, kapasitas tenaga lini lapangan harus terus diperkuat agar mampu menjalankan tugas secara optimal,” ujarnya.Menurut H. Ichwanul Muslimin, peserta penyuluhan yang terdiri dari Kader Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dan Penyuluh Keluarga Berencana merupakan ujung tombak pemerintah dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Mereka diharapkan mampu memberikan edukasi, pendampingan, dan konseling yang tepat sesuai keadaan sasaran seperti Edukasi gizi, pola asuh anak, serta sanitasi lingkungan. Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan agar upaya penurunan stunting semakin efektif.Setelah mengikuti penyuluhan ini, kami berharap seluruh kader dan penyuluh dapat bekerja dengan penuh dedikasi, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta memastikan setiap program berjalan tepat sasaran,” harapnya. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai strategi percepatan penurunan stunting, termasuk peningkatan kemampuan peserta dalam memberikan konseling kepada keluarga terkait pemenuhan gizi, pola pengasuhan, dan pentingnya sanitasi yang sehat.