Dalam rangka mendukung percepatan penurunan angka stunting, pemerintah melalui jajaran terkait terus menggencarkan berbagai program inovatif, salah satunya dengan penyerahan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) kepada calon pengantin.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk intervensi sejak dini, dengan menyasar pasangan usia subur sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Melalui Elsimil, calon pengantin diharapkan dapat memahami kondisi kesehatan masing-masing, termasuk kesiapan fisik dan mental untuk menjalani kehamilan yang sehat.
Kepala instansi terkait menyampaikan bahwa Elsimil merupakan instrumen penting dalam mendeteksi risiko stunting sejak awal. “Aplikasi ini membantu calon pengantin melakukan skrining kesehatan, seperti status gizi, anemia, dan faktor risiko lainnya yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak di masa depan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para calon pengantin diberikan edukasi langsung mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pemenuhan gizi, serta pola hidup sehat. Selain itu, mereka juga dibimbing dalam penggunaan aplikasi Elsimil agar dapat memantau kondisi kesehatan secara mandiri.
Program ini mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satu calon pengantin mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum menikah. “Dengan adanya Elsimil, kami jadi tahu apa saja yang harus dipersiapkan agar nanti anak kami lahir sehat,” katanya.
Pemerintah berharap, melalui pendekatan preventif seperti ini, angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara tenaga kesehatan, penyuluh lapangan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus diperluas jangkauannya hingga ke tingkat desa dan kelurahan, sehingga semakin banyak calon keluarga yang siap melahirkan generasi sehat dan berkualitas.
Berita By. Wijiyanto (Penata KKB)
#elsimilcatin
#kemendukbangga/bkkbn
#dppkbkotabima
#berencanaitukeren